Yuk Intip Dulu Perbedaan Produk Asuransi Jiwa Syariah Dan Konvensional Agar Tidak Salah Beli

Yuk Intip Dulu Perbedaan Produk Asuransi Jiwa Syariah Dan Konvensional Agar Tidak Salah Beli

Jika berbicara mengenai resiko, pastinya setiap orang memiliki resiko di dalam hidupnya, salah satu yang sudah pasti adalah resiko kematian. Kematian tidak dapat dihindari oleh siapa saja, namun memang kapan waktunya tidak ada yang pernah tahu. Itulah mengapa selagi masih hidup dan produktif tidak ada salahnya mulai membeli produk asuransi jiwa syariah. Jenis asuransi jiwa yang tentunya sudah tidak asing lagi bukan, apalagi di Indonesia sendiri yang mayoritas penduduknya adalah muslim.

Produk keuangan berbasis syariah ini pada dasarnya memang banyak dicari oleh masyarakat, khususnya adalah kaum muslim yang ingin memakai produk keuangan, namun takut haram. Apalagi sudah hal yang biasa jika dalam sebuah produk keuangan selalu ada unsur bunga didalamnya. Inilah yang memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi para muslim yang ingin menggunakannya, takut dosa, apalagi dosa yang berhubungan dengan riba ini juga fatal akibatnya dan besar dampaknya.

Namun sebenarnya apakah yang membedakan antara produk asuransi jiwa syariah dengan asuransi jiwa konvensional, agar tidak salah beli maka kenali terlebih dahulu perbedaannya berikut ini, yaitu :

  1. Pengawasan, setiap perusahaan keuangan pastinya memiliki sistem regulasinya masing-masing, termasuk diantaranya adalah siapa yang mengawasi jalannya perusahaan tersebut dan memastikannya memang aman. Asuransi syariah diawasi oleh seorang dewasa khusus yang dikenal sebagai Dewan Pengawas Syariah, selain untuk memastikan legalitasnya terjamin dan memenuhi syarat keamanan, juga memastikan bahwa prinsip kerjanya sudah sesuai dengan syariah sehingga lebih halal. Berbeda dengan produk asuransi konvensional yang sebenarnya juga diawasi oleh pengawas khusus, yaitu OJK, sehingga hanya memastikan keamanannya, tidak sampai mengatur apakah sudah sesuai dengan syariat ataukah belum.
  2. Kontrak perjanjian, kontrak atau akad yang tertera dalam asuransi syariah juga berbeda dibandingkan asuransi konvensional, dalam asuransi syariah ini akadnya adalah dalam bentuk tolong menolong, yaitu gantian dengan saling menanggung resiko yang dialami antar peserta asuransi tersebut. Semuanya saling membayar iuran, namun bergantian pertanggungan yang diberikan sesuai dengan yang terkena musibah terlebih dahulu. Berbeda dengan asuransi konvensional yang kontraknya adalah peserta mempercayakan uang kepada perusahaan dengan membayar premi, sedangkan perusahaan punya tanggung jawab dalam memberikan pertanggungan ketika nasabah mengalami musibah.
  3. Kepemilikan dana, sistem kepemilikan dana dari kedua produk asuransi ini berbeda, asuransi syariah ini menerapkan sistem kepemilikan dana bersama, karena ada iuran antar peserta asuransi secara rutin. Kelak peserta yang dibantu juga bergantian sesuai dengan yang terkena musibah. Sedangkan dalam asuransi konvensional premi yang dibayarkan sepenuhnya adalah milik perusahaan asuransi, mereka akan menggunakan uangnya untuk dikelola dan hanya memenuhi kewajiban membayar pertanggungjawaban saat nasabah membutuhkan.
  4. Halal, produk asuransi syariah sendiri sudah jelas kehalalannya, dimana uang iuran yang dibayarkan oleh peserta asuransi tersebut hanya akan dikelola pada aspek atau instrumen yang halal, jauh dari istilah bunga, perjudian sampai dengan gharar. Sehingga nasabah bisa merasa lebih tenang dalam menikmati manfaat asuransi. Berbeda dengan asuransi konvensional yang tidak menjamin kehalalan produknya tersebut, karena dalam pengelolaan dana terkadang masih ada riba didalamnya. Sehingga kurang cocok untuk para muslim.
  5. Pembagian keuntungan, dalam asuransi syariah sendiri sudah jelas mengenai pembagian keuntungan antara perusahaan dengan peserta asuransi, karena transparan. Namun tidak dengan perusahaan asuransi konvensional yang seluruh dananya sudah langsung menjadi milik mereka, selama bukan produk asuransi unit link, maka tidak ada pembagian keuntungan yang diberikan. Karena keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan dana nasabah sepenuhnya milik perusahaan, sedangkan peserta hanya mendapatkan proteksi yang sesuai perjanjian dengan perusahaan asuransi saja.

Lalu dimana bisa beli produk asuransi jiwa syariah ini? pastinya di I Love Live yang sudah terjamin aman. I Love Life ini bahkan tidak tanggung-tanggung dalam menawarkan nilai manfaat perlindungannya, yaitu sampai 2 miliar rupiah, jumlah yang tidak bisa dikatakan kecil. Dalam asuransi syariah juga tidak mengenal istilah dana hangus, sehingga uang iuran nasabah akan tetap aman sekalipun tidak terjadi klaim kepada perusahaan selama masa perlindungan atau kontrak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kenali 7 Model Gelang Berlian Modern dan Kekinian Previous post Kenali 7 Model Gelang Berlian Modern dan Kekinian
Menggali Kemudahan dan Keuntungan dengan Dealer Motor Listrik Next post Menggali Kemudahan dan Keuntungan dengan Dealer Motor Listrik: Mengaspal Menuju Masa Depan